Friday, May 22, 2015

Ini Alasan Penjualan Rumah Subsidi Meleset

Pembangunan rumah dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sejatinya diharapkan bisa terserap oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang belum mempunyai hunian layak. Namun faktanya, target penyerapan rumah subsidi justru merosot setiap tahun seiring permintaan yang rendah.

Hal itu diakui Direktur Housing Urban Development, Zulfi Syarif Koto. Dia mengungkapkan, pemerintah mencanangkan KPR subsidi atau FLPP sebanyak 100 unit setiap tahun. ‎Tapi implementasi dan penyerapannya tidak memenuhi target tersebut.

"Rumah KPR FLPP sejak zaman orde baru pada 1997 dipatok 197 ribu unit. Tapi karena kondisi ekonomi drop, turun dan daya beli masyarakat ikut turun, jumlah target menyusut menjadi 60 ribu sampai 70 ribu unit rumah di 2010. Pada 2014 saja, cuma 60 ribu hingga 80 ribu unit," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Rabu (13/5/2015).

Sementara pada program Sejuta Rumah, kata Zulfi, bukan sepenuhnya dibangun rumah subsidi, melainkan terdiri dari berbagai kelompok hunian. Antara lain, untuk rumah komersial, rumah umum, rumah swadaya tanpa FLPP. Rumah khusus yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau APBD, serta rumah FLPP.

"Anggaran perumahan untuk FLPP pun hanya naik sekitar 10 persen sampai 20 persen setiap tahun karena ada politik anggaran," ucapnya.

Saat ini dalam program Sejuta Rumah, dijelaskan dia, ada anggaran negara Rp 5,7 triliun untuk membangun rumah FLPP dengan bunga 5 persen. Artinya, Zulfi bilang, porsi pembiayaan rumah subsidi dari APBN lebih tinggi sebesar 90 persen-95 persen, sedangkan dari perbankan (BTN) 5 persen-10 persen. Sementara komposisi sebelumnya dengan bunga 7,25 persen, sebesar 75 persen anggaran ditanggung negara dan bank 25 persen.

"Karena bunga turun 5 persen jadi anggaran FLPP Rp 5,7 triliun memaksa peruntukkan jumlah unit rumah subsidi berkurang," papar Zulfi.

Dia menilai bahwa rendahnya penyerapan rumah KPR subsidi kepada MBR, disebabkan karena beberapa faktor. Pertama, banyaknya MBR yang tidak mengetahui rumah subsidi lantaran pemerintah kurang mensosialisasikannya.

"Kedua, mungkin persyaratannya agak berat bagi MBR dengan penghasilan Rp 4,5 juta ke bawah, misalnya harus punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan lainnya. Coba saja tanya dengan buruh, apa itu rumah FLPP, pasti mereka belum pernah dengar," terangnya.

Untuk itu, dia meminta agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengejar penyerapan rumah FLPP lebih besar lagi. "Duduk bersama dengan perbankan (BTN) dan pemerintah daerah supaya jumlah pembangunan dan penjualan rumah KPR subsidi bergairah seperti rumah komersial lain," pungkas Zulfi. (Fik/Gdn)

Source : http://bisnis.liputan6.com/read/2231201/ini-alasan-penjualan-rumah-subsidi-meleset

Pemerintah Habiskan Rp 2,1 Triliun untuk Subsidi Rumah Murah

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menyerap sekitar Rp 2,1 triliun anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah subsidi . Anggaran tersebut digunakan untuk merealisasikan Program Sejuta Rumah.

Menteri PU Pera, Basuki Hadimuljono mengungkapkan Program Sejuta Rumah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rumah nasional yang mencapai 13,5 juta unit per tahun. Pemerintah telah resmi memulai pembangunan Sejuta Rumah di Ungaran, Jawa Tengah.

"Groundbreaking rumah untuk program Sejuta Rumah sebanyak 313 ribu rumah susun (rusun) dan rumah tapak untuk tahap I," terang dia di kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (21/5/2015).

Dari anggaran FLPP yang sudah terserap Rp 2,1 triliun tersebut, antara lain dikucurkan untuk subsidi Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) 5 persen, uang muka 1 persen dan bantuan uang muka Rp 4 juta.

"Potensial pembiayaan untuk program Sejuta Rumah dari Kementerian PU Pera Rp 8,4 triliun, Kementerian Keuangan Rp 5,1 triliun, Bank Tabungan Negara (BTN) siap bantu, BPJS Ketenagakerjaan dan Perum Perumnas dengan suntikan modal pemerintah Rp 1 triliun," tegas dia.
Rencananya pada Program Sejuta Rumah akan dibangun 603.516 unit rumah MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dan 396.484 unit rumah untuk Non MBR.
Program ini pun diklaim sudah mendapat dukungan dari pengusaha yang tergabung dalam Real Estate Indonesia dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia.(Fik/Nrm)
 

Permata Puri Harmoni Rumah Murah & Terjangkau

Mengulangi kesuksesan Puri harmoni terdahulu Vistaland Group kembali mempersembahkan mahakarya terbaiknya melalui ” Permata Puri Harmoni “yang terletak di situsari,cileungsi.Hadir dengan inovasi design real istate terbaru dan lokasi istimewa,tentu saja kami tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen. Didukung dengan pengalaman kami mengembangkan lebih dari 10,000 unit rumah bersubsidi selama ini,kami akan mewujudkan hunian impian anda!

KEUNGGULAN
  • Pintu masuk hanya 200 METER dari jalan raya cileungsi – jonggol
  • Rumah sederhana dengan lokasi dan kualitas real estate.
  • Berdekatan dengan sekolah,indomaret,Pasar,dan Musholla
  • Inovasi rumah sederhana dengan sistem CLUSTER
  • Dilewati oleh ratusan kendaraan umum setiap hari nya
  • Rangka atap baja ringan dan design MODERN menarik
  • Infrastruktur jalan dan saluran yang lebih baik
  • Septitank yang lebih besar
  • Hanya 5 menit dari taman buah Mekarsari dan waterpark
PERMATA PURI HARMONI

Nuansa baru yang terletak di cileungsi situsari. Kami ingin membantu anda memiliki rumah dengan harga cicilan ynang terrjangkau dari sekarang. Rumah subsidi ready stock cocok bagi karyawan/yang bekarja di kawasan industri.

Spesifikasi
  • Type 30/60
  • Cukup bayar booking fee 1juta anda sudah bisa memilih unit yang di inginkan.
  • Harga jual RP.135.000.000
  • DP 15 Juta Bisa di cicil 3 kali
Perkiraan angsuran
  • 1,440,300 ( 10 th )
  • 1,115,400 ( 15 th )
  • 962,400   (  20 th)
Keterangan:
  1. Harga belum termasuk
    • booking fee RP.1.000.000
    • Pembelian cash dikenakan PPN 10%
    • Kelebihan tanah/hook beserta PPNnya
    • Pembuatan TUM/rekening RP.300.000a.Ijin mendirikan bangunan (IMB)
  2. Biaya administrasi dan lain-lain sudah termasuk
    • Sertifikat HGB&BPHTB(subsidi)
  3. Penambahan harga
    • a.Harga tanah lebih RP.1.000.000/M2 All in
    • b.Kavling strategis dan jalan utama +biaya 1.000.000-10.000.000
    • c.Pindah kavling dikenakan biaya RP.1.000.000 (hanya 1 kali) (mengikuti harga baru)
  4. Daya listrik 900watt,penyambungan wewenang PLN
  5. Maksimal kredit,bunga dan biaya proses KPR mutlak wewenang bank
  6. Persetujuan KPR ditentukan oleh bank pemberi KPR apabila ada selisih nilai KPR yang dimohon,maka akan diperhitungkan sebagai uang muka yang harus dilunasi sebelum akad kredit
  7. DP pertama dan berkas KPR harus dilengkapi dan diserahkan dalam waktu 14hari setelah booking fee selebihnya dianggap batal
  8. Pembatalan ataupun ditolak bank karena kolek 5 (BI cheking jelek).Dokumen perusahaan fiktif,dikenakan biaya RP.3.000.000 dan booking fee hangus
  9. 3x panggilan wawancara dan akad tidak bisa hadir dianggap batal dan DP dipotong 3juta
  10. Kwitansi sah bila ditandatangani kasir kantor pemasaran
  11. Air sumur pantek+pompa listrik
Jika anda berminat/serius hubungi

Masduqi Achmad
-081225179478
-081808350609


Pilar Gading Mas

Perumahan PILAR GADING MAS berlokasi di cikarang bekasi rumah tipe 38/66 kami ingin membantu anda yang ingin memiliki rumah dengan DP terjangkau dan proses mudah dengan booking fee 500.000 anda sudah dapat memilih rumah yang anda inginkan
Untuk tipe 38/66 uang muka 24.500.000 & Untuk type 29/60 Uang Muka 15.500.000
UANG MUKA bisa DICICIL 10x(10 bulan)
 Total yang anda bayar sudah termasuk biaya:
  • Angsuran bulan pertama
  • Biaya proses bank
  • Asuransi jiwa dan kebakaran
Perkiraan angsuran untuk tipe 38/66
  • RP.1.011.600 (15tahun)
  • RP.842.600 (20tahun)
Perkiraan Angsuran Untuk Type 29/60 ( Unit Terbatas)
  • Rp.999.600 (15tahun)
  • Rp.832.600 (20tahun)
Harga jual sudah termasuk:
  • Akte jual beli dan sertifikat SHGB
  • Ijin mendirikan bangunan (IMB)
  • Listrik 900watt
Fasilitas:
  • Sarana ibadah
  • Sarana olah raga
  • Keluar tol cikarang barat
  • Dilalui angkutan umum
  • Keamanan 24jam
Perumahan dekat dengan
  • Pusat perbelanjaan
  • Sarana pendidikan
  • Pemerintahan
  • Sentra Grosir Cikarang (SGC)
Spesifikasi Bangunan:
  • Pondasi batu kali
  • Dinding batako/plester/aci/cat
  • Kusen borneo/cat
  • Pintu depan panel
  • Pintu lainnya double triplek+list
  • Kaca polos 3mm
  • Lantai keramik 30×30 warna
  • Plafon asbes /setara
  • Kerangka atap BAJA RINGAN
  • Genteng beton warna
  • Bakmandi fiberglass
  • Kloset jongkok
  • Listrik 900watt
  • Sumber air sumur pantek
Berminat/sebelum kunjungan harap hubungi:

Masduqi Ahmad.
081808350609.
081225179478.





Perumahan Satria Residence

Perumahan Satria Residence Bekasi adalah perumahan baru yang memasarkan unit perumahan tahap pertama yang perkiraan akan membangun sekitar 100 unit dalam satu area perumahan. PT Dinar Dwi Putra Selaku Pengembang Perumahan satria Residence membuka Unit Rumah Dengan Harga Terjangkau dengan Spesifikasi bangunan yang Cukup memadai untuk kualitas Rumah Komersial Rumah Dengan Type 36/60 yang dibandrol dengan Harga 190 juta untuk setiap unitnya memberikan penawaran Promo Uang Muka hanya 5 juta dalam pembukaan tahap awal ini. Bagi anda masyarakat yang sedang mencari rumah murah disekitaran daerah karang satria bekasi barang kali Perumahan Satria residence dapat memberikan Solusi untuk anda mendapatkan rumah dengan harga murah untuk Brosur Harga rumah yang ditawarkan Di perumahan Satria Residence ini jika anda ingin mengetahui lebih rincinya bisa di cek dibawah ini :

Satria Residence
  • Tipe Rumah 36/60
  • Harga Rumah 190jutaan
  • Angsuran (2.5 juta 10 tahun) – (1.9 juta 15 tahun) – (1.7 juta 20 tahun) – (1.6 juta 20 tahun)
  • Uang Muka 5 juta
  • Booking Fee 1.5 juta
  • Contact Person : 0812-2517-9478 – Masduki
Lokasinya adalah disini :


Perumahan Taman Edelweis

Perumahan Taman Edelweis ini beralamat di Desa Satria Jaya Tambun Utara. Taman edelweis ini merupakan perumahan subsidi dengan cicilan masih dibawah 1juta untuk 15tahun dengan cicilan Flat alias tetap setiap bulannya sampai lunas. Perumahan Taman Edelweis ini beralamat di Desa Satria Jaya Tambun Utara. Taman edelweis ini merupakan perumahan subsidi dengan cicilan masih dibawah 1juta untuk 15tahun dengan cicilan Flat alias tetap setiap bulannya sampai lunas. Perumahan taman edelweis ini masih menjadi primadona di daerah bekasi utara karena lokasi yang strategis dan juga bebas banjir.

Taman Edelwis
 
 
Detail dari perumahan subsidi ini adalah :
  • Type Rumah 36/60
  • Harga Rumah 135juta
  • Angsuran (800ribu 15 tahun) – (1.2 10 Tahun)
  • Uang Muka 12 jutaan
  • Booking Fee 2 jutaan
  • Contact Person : 0812-2517-9478 – Masduki

Lokasi dari perumahan taman edelweis adalah disini :


Perumnas Bangun 14.208 Hunian Murah Di Jabodetabek

Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) merencanakan pembangunan 14.208 unit hunian murah layak huni di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada 2015 dengan investasi sekitar Rp710,4 miliar.
General Manager Regional Jabodetabek Perum Perumnas Dede E. 

Maslahat menuturkan komposisi hunian terdiri dari 11.870 unit rumah susun sederhana milik (rusunami) dan 2.338 unit rumah sederhana tapak (RST). 
Masing-masing proyek membutuhkan pembiayaan Rp593,5 miliar dan Rp116,9 miliar. Rumah tapak, lanjutnya, dibangun di Parung Panjang (1.624 unit), Jonggol (345 unit), Tangerang (166 unit), dan Bekasi (203) unit. 

Hunian tersebut rata-rata terdiri dari dua tipe, yakni luas bangunan 36 m2 dengan luas lahan 90 m2 dan luas bangunan 54 m2 dengan luas lahan 135 m2.
“Di Parung Panjang dan Jonggol merupakan rumah subsidi FLPP, sehingga harga jual masing-masing berkisar Rp115 juta dan Rp150 juta.  Berbeda dengan Tangerang dan Bekasi yang masing-masingnya dibanderol mulai dari Rp250 jutaan dan Rp350 jutaan,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Senin (4/5/2015). 

Sementara itu, pengembangan rusunami dilakukan di Cengkareng (2.160 unit), Kemayoran (2.920 unit), Pulo Gebang (1.190 unit), serta Klender dan Kebon Kacang (5.600 unit).
Ada tiga tipe unit yang ditawarkan yakni studio dengan luas 30 m2, 1 kamar tidur dengan luas 36 m2, dan dua unit kamar tidur dengan luas 45 m2.
Menurut Dede, harga per unit menggunakan standar dari Kementerian PU-Pera, yakni Rp8,9 juta per m2.
Perusahaan menargetkan pembangunan rusunami dapat rampung dalam waktu 18 bulan, sedangkan rumah tapak selesai pada akhir 2015.

“Konstruksi masih tergantung perizinan. Bila pertengahan tahun izin baru terbit,  pengembangan sampai akhir tahun hanya sekitar 40%,” tuturnya.
Setiap pengembangan hunian murah tersebut, sambungnya, terintegrasi dengan proyek komersil lainnya dari Perum Perumnas.

Pasalnya, biaya produksi rumah murah tidak bisa tertutup dari pendapatan penjualan. Secara rata-rata, komposisi hunian murah dan komersil berbanding 60:40.