Wednesday, June 3, 2015

Kiat Membeli Rumah Di Perumahan


Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat untuk Bapak Ibu semua yang kebetulan sedang bingung dan ragu untuk membeli rumah, khususnya di komplek perumahan.

1. Lakukan survey secara mendetail tentang perumahan yang akan kita beli. Survey bisa dilakukan baik melalui Internet atau survey lapangan. Buat komparasi, scoring, dan analisa berdasarkan parameter dan spesifikasi rumah yang kita inginkan. 

2. Pemilihan rumah sendiri bisa menggunakan beberapa parameter, misalnya seperti di bawah. Atau bisa juga dengan parameter yang lebih lengkap.
  • Posisi di dalam atau di luar cluster. Untuk keluarga muda yang masih memiliki anak kecil, pilihan rumah di dalam cluster lebih memudahkan dalam manajemen anak. Di dalam cluster juga relatif lebih aman karena biasanya ada satpam cluster yang menjaga arus keluar masuk mobil dan barang.
  • Kedekatan dengan taman
  • Arah hadap rumah (timur, selatan, barat, utara). Ingat matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat. Sesuaikan apakah kita ingin mendapatkan matahari pagi atau sore, demikian juga dengan matahari dari depan, belakang, samping kanan atau kiri rumah kita.
  • Posisi di hook yang ada kelebihan tanah atau tidak. Ketersediaan sisa tanah dan letak rumah di hook (pinggir) memungkinkan kita dengan mudah merenovasi rumah. Konsekuensinya adalah harganya yang relatif lebih mahal, namun di Perumahan Alam Cibinong Residence tidak ada biaya-biaya strategis untuk lokasi hook.
3. Datangi pemasaran (marketing) perumahan dan minta informasinya rumah dari yang kita beli dengan lebih detail. Minta pihak pemasaran perumahan untuk mengantar kita langsung ke lokasi atau cluster yang kita pilih. Interview tetangga sekitar atau satpam apabila masih ada informasi yang kita butuhkan.
 
4. Status pembangunan rumah ada dua : siap huni dan indent. Untuk rumah yang statusnya “siap huni”, biasanya kita bisa langsung melihat rumah yang ingin kita beli. Sebagian besar perumahan menggunakan model “indent”, jadi kita hanya bisa memilih lokasi dari gambar site map, dan harus menunggu 3-6 bulan dari akad kredit untuk proses pembangunan rumah.
 
5. Masalah harga rumah, kita harus teliti dengan yang satu ini. Cek lagi, harga rumah sudah mencakup apa saja. Apakah harga sudah termasuk biaya Pajak-pajak ? seperti PPn 10%, AJB Notaris, Balik nama Sertifikat (SHM atau HGB), IMB, Pemasangan instalasi listrik, Penyediaan air bersih, BPHTB 5% (Biaya Peralihan Hak Tanah dan Bangunan), Proses KPR.
 
6. Untuk pembayaran rumah dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank, perhatikan tahapan pembayaran rumah dari uang tanda jadi sampai akad kredit. Jangan sampai kita salah paham atau lebih bahaya lagi, bila kita keliru (kurang) dalam menyiapkan uang. Yang pasti proses administrasi dan pembayaran perumahan adalah seperti berikut :

Mari kita asumsikan bahwa hari ini kita melakukan pembayaran uang “tanda jadi”. Uang tanda jadi bervariasi antara 1, 2, 5, 10 atau 20 juta, tergantung ketentuan dari perumahan yang kita pilih. Perlu diperhatikan bahwa uang “tanda jadi” tidak akan kembali, apabila kita membatalkan pembelian rumah atau KPR kita tidak memenuhi persyaratan (ditolak). Setelah membayar uang “tanda jadi” kita akan mendapatkan dokumen bukti pembayaran.
 
Seminggu kemudian kita harus sudah membayar uang muka atau Down Payment (DP). Biasanya minimal 20% atau 30%. Semakin tinggi DP yang kita bayarkan, maka akan mengurangi beban angsuran KPR rumah bulanan, dan di sisi lain memperbesar peluang kita memperoleh KPR. Minta marketing perumahan untuk membuatkan simulasi besaran ansuran bulanan yang harus kita bayarkan, untuk durasi 5, 10, 15 dan 20 tahun dengan DP yang kita tentukan. 15 tahun mungkin ideal untuk KPR, karena angsuran tidak mencekik seperti halnya bila durasi angsuran 5 tahun.
 
Setelah pembayaran DP kita menunggu proses approval KPR dari bank. Sambil menunggu aproval KPR dari bank.

Apabila KPR lancar, biasanya sekitar 10-15 hari setelah penyerahan kelengkapan berkas ajuan KPR, kita sudah bisa akad kredit. Akad kredit adalah titik awal dimulainya KPR kita. Bulan berikutnya kita sudah mulai membayar angsuran bulanan kita. Pada saat akad kredit, biasanya pihak bank dan notaris menawarkan pengajuan peningkatan hak dari Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Hak Milik (HM). Pengurusan Sertifikat Hak Milik (SHM) biasanya memerlukan biaya sekitar Rp 5 - 6 juta, dan bisa diajukan di awal kredit atau setelah kita menyelesaikan angsuran.
 
Untuk rumah yang siap huni, biasanya memerlukan waktu 1-2 bulan dari akad kredit, sampai rumah bisa kita tempati (serah terima rumah). Biasanya proses 1-2 bulan itu digunakan untuk: melakukan pembersihan dan pengecatan ulang rumah, dan sebagainya.
 
Kita mendapatkan waktu garansi kerusakan rumah atau kadang disebut “masa pemeliharaan”, dengan durasi 3 bulan dari proses serah terima rumah.
Waktu garansi (masa pemeliharaan) itu bisa gunakan untuk komplen dan meminta perbaikan gratis apabila rumah kita bocor, dinding retak atau kerusakan lain.
Sebaiknya dalam masa pemeliharaan, jangan dulu melakukan renovasi rumah secara signifikan, karena itu akan menghilangkan 3 bulan garansi kerusakan.
 
Jangan lupa untuk menambahkan interior rumah, memasang teralis di pintu dan jendela, serta memasang bak penampungan air dan toren untuk backup bila air PDAM atau sumur tidak lancar. Intinya usahakan mengurus segala keperluan lain berhubungan dengan isi dan desain rumah kita, sebelum kita tempati. Karena setelah kita tempati, proses seperti itu akan relatif lebih repot kita lakukan.

Pemasaran Alam Cibinong Residence
email : cibinongresidence@gmail.com
Call/SMS : 081296660006
Lokasi Alam Cibinong Residence : Jln. Bintang Mas, Nanggewer, Cibinong - Bogor
Lihat Peta Lokasi 

Saturday, May 23, 2015

Daftar Proyek Sejuta Rumah Murah di 34 Provinsi


Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meluncurkan program pembangunan satu juta rumah pada akhir April lalu. Tujuannya agar semakin banyak rakyat Indonesia yang memiliki rumah.

Maklum, angka kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan tempat tinggal (backlog) di Tanah Air saat ini mencapai 13,5 juta rumah, ada banyak keunggulan yang ditawarkan pemerintah dari program satu juta rumah tersebut.

Pertama, uang muka (down payment/DP) yang sangat rendah yaitu sebesar 1 persen dari total harga. Ini lebih rendah dari rumah komersial sekitar 20-30 persen.

Tidak hanya itu, dalam program pengadaan rumah di era pemerintahan Jokowi, bunga kreditnya juga diturunkan menjadi 5 persen, di mana sebelumnya 7,5 persen.

Sementara mengenai tenor kreditnya, Maurin mengungkapkan kredit bisa dilakukan dengan jangka waktu maksimal 20 tahun.

“Angsurannya bisa Rp 500 ribu-600 ribu per bulan,” kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat (Pu-Pera) Syarif Burhanuddin saat berbincang dengan Liputan6.com dikantornya, ditulis Senin (11/5/2015).

Adapun ketentuan untuk mendapatkannya, untuk rumah tapak, masyarakat harus memiliki penghasilan maksimal Rp 4 juta per bulan. Sedangkan untuk rumah susun, penghasilan maksimal calon pemiliknya tidak lebih dari Rp 7 juta.

Syarif menjelaskan, pembangunan rumah ini dilakukan secara bertahap, namun dia menyakini proyek ini akan tuntas dalam satu tahun.

Pada tahap pertama ini, sekitar 331.693 hunian murah dibangun, mulai dari 305.727 rumah tapak, 25.678 rusunami, dan 288 rusunawa.

Lalu bagaimana penyebaran pembangunan rumah-rumah murah tersebut?‎ Cek daftar berikut seperti yang diperoleh Liputan6.com dari Kementerian PU-Pera:

1.      Nangroe Aceh Darussalam Rumah tapak: 5.954

2.      Sumatera Utara Rumah tapak: 16.305, Rusunami: 1.832

3.      Sumatera Barat Rumah tapak: 3.332

4.      Riau Rumah tapak: 6.523

5.      Kepulauan Riau Rumah tapak: 7.721

6.      Lampung Rumah tapak: 9.032

7.      Sumatera Selatan Rumah tapak: 7.926, Rusunami: 2.000

8.      Jambi Rumah tapak: 4.344

9.      Bengkulu Rumah tapak: 5.426

10.  Bangka Belitung Rumah tapak: 7.530

11.  Banten Rumah tapak: 14.615

12.  Yogyakarta Rumah tapak: 977

13.  Jakarta Rumah tapak: 50, Rusunami: 15.903

14.  Jawa Barat Rumah tapak: 74.263, Rusunami: 3.745

15.  Jawa Tengah Rumah tapak: 11.720, Rusunami: 350, Rusunawa: 184

16.  Jawa Timur Rumah tapak: 26.717, Rusunami: 1.200

17.  Kalimantan Barat Rumah tapak: 15.893

18.  Kalimantan Selatan Rumah tapak: 8.492

19.  Kalimantan Utara Rumah tapak: 320

20.  Kalimantan tengah Rumah tapak: 975

21.  Kalimantan Timur Rumah tapak: 5.832

22.  Bali –

23.  Nusa Tenggara Barat Rumah tapak: 6.159

24.  Nusa Tenggara Timur Rumah tapak: 6.798

25.  Sulawesi Barat Rumah tapak: 812

26.  Sulawesi Utara Rumah tapak: 7.912

27.  Sulawesi Tenggara Rumah tapak: 3.617

28.  Sulawesi Tengah Rumah tapak: 11.265

29.  Sulawesi Selatan Rumah tapak: 7.526, Rusunami: 648, Rusunawa: 104

30.  Gorontalo Rumah tapak: 4.317

31.  Maluku Rumah tapak: 3.324

32.  Maluku Utara Rumah tapak: 1.300

33.  Papua Rumah tapak: 15.550

34.  Papua Barat Rumah Tapak: 3.200

 
 
 

Friday, May 22, 2015

Ini Alasan Penjualan Rumah Subsidi Meleset

Pembangunan rumah dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sejatinya diharapkan bisa terserap oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang belum mempunyai hunian layak. Namun faktanya, target penyerapan rumah subsidi justru merosot setiap tahun seiring permintaan yang rendah.

Hal itu diakui Direktur Housing Urban Development, Zulfi Syarif Koto. Dia mengungkapkan, pemerintah mencanangkan KPR subsidi atau FLPP sebanyak 100 unit setiap tahun. ‎Tapi implementasi dan penyerapannya tidak memenuhi target tersebut.

"Rumah KPR FLPP sejak zaman orde baru pada 1997 dipatok 197 ribu unit. Tapi karena kondisi ekonomi drop, turun dan daya beli masyarakat ikut turun, jumlah target menyusut menjadi 60 ribu sampai 70 ribu unit rumah di 2010. Pada 2014 saja, cuma 60 ribu hingga 80 ribu unit," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Rabu (13/5/2015).

Sementara pada program Sejuta Rumah, kata Zulfi, bukan sepenuhnya dibangun rumah subsidi, melainkan terdiri dari berbagai kelompok hunian. Antara lain, untuk rumah komersial, rumah umum, rumah swadaya tanpa FLPP. Rumah khusus yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau APBD, serta rumah FLPP.

"Anggaran perumahan untuk FLPP pun hanya naik sekitar 10 persen sampai 20 persen setiap tahun karena ada politik anggaran," ucapnya.

Saat ini dalam program Sejuta Rumah, dijelaskan dia, ada anggaran negara Rp 5,7 triliun untuk membangun rumah FLPP dengan bunga 5 persen. Artinya, Zulfi bilang, porsi pembiayaan rumah subsidi dari APBN lebih tinggi sebesar 90 persen-95 persen, sedangkan dari perbankan (BTN) 5 persen-10 persen. Sementara komposisi sebelumnya dengan bunga 7,25 persen, sebesar 75 persen anggaran ditanggung negara dan bank 25 persen.

"Karena bunga turun 5 persen jadi anggaran FLPP Rp 5,7 triliun memaksa peruntukkan jumlah unit rumah subsidi berkurang," papar Zulfi.

Dia menilai bahwa rendahnya penyerapan rumah KPR subsidi kepada MBR, disebabkan karena beberapa faktor. Pertama, banyaknya MBR yang tidak mengetahui rumah subsidi lantaran pemerintah kurang mensosialisasikannya.

"Kedua, mungkin persyaratannya agak berat bagi MBR dengan penghasilan Rp 4,5 juta ke bawah, misalnya harus punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan lainnya. Coba saja tanya dengan buruh, apa itu rumah FLPP, pasti mereka belum pernah dengar," terangnya.

Untuk itu, dia meminta agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengejar penyerapan rumah FLPP lebih besar lagi. "Duduk bersama dengan perbankan (BTN) dan pemerintah daerah supaya jumlah pembangunan dan penjualan rumah KPR subsidi bergairah seperti rumah komersial lain," pungkas Zulfi. (Fik/Gdn)

Source : http://bisnis.liputan6.com/read/2231201/ini-alasan-penjualan-rumah-subsidi-meleset

Pemerintah Habiskan Rp 2,1 Triliun untuk Subsidi Rumah Murah

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menyerap sekitar Rp 2,1 triliun anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah subsidi . Anggaran tersebut digunakan untuk merealisasikan Program Sejuta Rumah.

Menteri PU Pera, Basuki Hadimuljono mengungkapkan Program Sejuta Rumah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rumah nasional yang mencapai 13,5 juta unit per tahun. Pemerintah telah resmi memulai pembangunan Sejuta Rumah di Ungaran, Jawa Tengah.

"Groundbreaking rumah untuk program Sejuta Rumah sebanyak 313 ribu rumah susun (rusun) dan rumah tapak untuk tahap I," terang dia di kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (21/5/2015).

Dari anggaran FLPP yang sudah terserap Rp 2,1 triliun tersebut, antara lain dikucurkan untuk subsidi Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) 5 persen, uang muka 1 persen dan bantuan uang muka Rp 4 juta.

"Potensial pembiayaan untuk program Sejuta Rumah dari Kementerian PU Pera Rp 8,4 triliun, Kementerian Keuangan Rp 5,1 triliun, Bank Tabungan Negara (BTN) siap bantu, BPJS Ketenagakerjaan dan Perum Perumnas dengan suntikan modal pemerintah Rp 1 triliun," tegas dia.
Rencananya pada Program Sejuta Rumah akan dibangun 603.516 unit rumah MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dan 396.484 unit rumah untuk Non MBR.
Program ini pun diklaim sudah mendapat dukungan dari pengusaha yang tergabung dalam Real Estate Indonesia dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia.(Fik/Nrm)
 

Perumnas Bangun 14.208 Hunian Murah Di Jabodetabek

Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) merencanakan pembangunan 14.208 unit hunian murah layak huni di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada 2015 dengan investasi sekitar Rp710,4 miliar.
General Manager Regional Jabodetabek Perum Perumnas Dede E. 

Maslahat menuturkan komposisi hunian terdiri dari 11.870 unit rumah susun sederhana milik (rusunami) dan 2.338 unit rumah sederhana tapak (RST). 
Masing-masing proyek membutuhkan pembiayaan Rp593,5 miliar dan Rp116,9 miliar. Rumah tapak, lanjutnya, dibangun di Parung Panjang (1.624 unit), Jonggol (345 unit), Tangerang (166 unit), dan Bekasi (203) unit. 

Hunian tersebut rata-rata terdiri dari dua tipe, yakni luas bangunan 36 m2 dengan luas lahan 90 m2 dan luas bangunan 54 m2 dengan luas lahan 135 m2.
“Di Parung Panjang dan Jonggol merupakan rumah subsidi FLPP, sehingga harga jual masing-masing berkisar Rp115 juta dan Rp150 juta.  Berbeda dengan Tangerang dan Bekasi yang masing-masingnya dibanderol mulai dari Rp250 jutaan dan Rp350 jutaan,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Senin (4/5/2015). 

Sementara itu, pengembangan rusunami dilakukan di Cengkareng (2.160 unit), Kemayoran (2.920 unit), Pulo Gebang (1.190 unit), serta Klender dan Kebon Kacang (5.600 unit).
Ada tiga tipe unit yang ditawarkan yakni studio dengan luas 30 m2, 1 kamar tidur dengan luas 36 m2, dan dua unit kamar tidur dengan luas 45 m2.
Menurut Dede, harga per unit menggunakan standar dari Kementerian PU-Pera, yakni Rp8,9 juta per m2.
Perusahaan menargetkan pembangunan rusunami dapat rampung dalam waktu 18 bulan, sedangkan rumah tapak selesai pada akhir 2015.

“Konstruksi masih tergantung perizinan. Bila pertengahan tahun izin baru terbit,  pengembangan sampai akhir tahun hanya sekitar 40%,” tuturnya.
Setiap pengembangan hunian murah tersebut, sambungnya, terintegrasi dengan proyek komersil lainnya dari Perum Perumnas.

Pasalnya, biaya produksi rumah murah tidak bisa tertutup dari pendapatan penjualan. Secara rata-rata, komposisi hunian murah dan komersil berbanding 60:40.

Program "Sejuta Rumah", Pemerintah Perlu Terapkan Sistem Zonasi

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat perlu menerapkan sistem zonasi, guna menyukseskan program Sejuta Rumah yang akan dimulai pada akhir April 2015. Demikian antara lain pandangan dari salah satu pakar perumahan, Enggartiasto Lukita.

"Untuk mempercepat realisasi (program) Sejuta Rumah, pemerintah perlu menerapkan sistem zonasi," ungkap Enggartiasto, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (13/4/2015).

Menurut Enggartiasto, sistem zonasi itu diperlukan agar dapat berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah, yaitu dengan cara pemerintah menetapkan daerah khusus bagi perumahan. Sementara, guna mengatasi permasalahan pembiayaan, dia menyarankan bisa dengan memberdayakan Bank BTN yang selama ini fokus di sektor perumahan.

"Kalau pemerintah serius membangun rumah murah untuk rakyat, dana-dana yang tersimpan di Bapertarum, Taspen atau lembaga lain, disimpan saja ke Bank BTN. Selama ini, hanya Bank BTN yang serius menggarap perumahan," jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah diketahui juga telah mendorong menyediakan perumahan vertikal di kota-kota yang berpenduduk lebih dari 2 juta jiwa. Ini sebagai upaya agar semakin banyak warga yang mendapat tempat tinggal untuk mengatasi backlog atau kekurangan rumah.

"Pemerintah mendorong kota-kota dengan penduduk lebih dari 2 juta jiwa menyediakan perumahan dengan vertical housing, bukan rumah tapak lagi. Kalau di bawah 2 juta jiwa, boleh dengan rumah tapak," tutur Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono.

Dia mencontohkan dukungannya kepada Pemerintah Kota Bandung yang berencana membangun apartemen rakyat dengan mengintegrasikan program penyediaan rumah sekaligus menangani kawasan kumuh. Sementara selain itu, menurut Basuki, persoalan lainnya adalah penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang kerap dinilai tidak bankable sehingga sulit mendapatkan akses pembiayaan dari bank.

Berdasarkan data Bappenas, 70 persen penduduk Indonesia memiliki rumah dengan swadaya, 12 persen dengan akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan 18 persen dengan cicilan selain KPR. Banyaknya rumah swadaya masyarakat dinilai berpotensi munculnya banyak kawasan permukiman kumuh.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, mengingatkan bahwa program Sejuta Rumah yang rencananya bakal dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah sangat multisektor dan terkait dengan banyak kementerian.

"Program Sejuta Rumah seharusnya menjadi kampanye nasional yang menjadi sebuah program yang terkait banyak kementerian," ungkap Ali, yang juga berpendapat soal perlunya didirikan Bank Tanah untuk menjaga harga.

Thursday, April 23, 2015

Lonjakan Hunian Perumahan bekasi Terjadi Tahun 2017

Riset Jones Lang LaSalle (JLL) memprediksi akan terjadi lonjakan hunian rumah vertikal di Surabaya pada 2017. Lonjakan hunian rumah itu sekitar 4.300 unit.

"Lonjakan hunian rumah akan terjadi pada 2017, dan didominasi hunian untuk masyarakat kelas menengah dan ke bawah," ujar Kepala Jones Lang LaSalle Surabaya Joseph Lukito di Kantor JLL, Jakarta, Kamis, (16/4/2015).

Menurut dia, lonjakan tersebut tidak akan dibarengi dengan pembelian. Angka pembelian akan berkisar pada 1.400 unit. Penyebabnya karena masyarakat memiliki banyak pilihan untuk memilih hunian yang tepat bagi mereka.

Sementara itu kawasan barat dan timur Surabaya, masih mendominasi distribusi baik untuk yang sekarang dan pasokan hunian vertikal hingga 2018.

Dari sekitar 13.358 unit pasokan hunian vertikal hingga 2018, lebih dari 1.800 unit, terdiri dari hunian kelas atas dan akan terjual dengan kisaran harga Rp24,5 juta hingga Rp35 juta per meter persegi.

Untuk hunian kantor yang berada di luar kawasan bisnis terpadu, kebanyakan kantor yakni sebesar 48 persen berada di Jalan Basuki Rahmat, 27 persen perkantoran berada di Jalan Panglima Sudirman dan 25 persen berada di Jalan Pemuda.

Sekitar 104.283 meter persegi lahan di selatan Surabaya digunakan untuk perkantoran, di barat sekitar 22.000 meter persegi, di daerah timur sekitar 9.000 meter persegi, kemudian di pusat seluas 8.337 meter persegi serta kawasan bisnis terpadu yang terlketak di pusat seluas 133.700 meter persegi

Sunday, April 19, 2015

Uang Muka Cuma 1 Persen, Masyarakat Semakin Mudah Beli Rumah



LSM perumahan Indonesia Property Watch menilai langkah pemerintah yang menurunkan uang muka pembelian rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FPLP) menjadi 1 persen merupakan langkah konkrit dan membumi.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan, besaran uang muka sejak dua tahun yang lalu telah diusulkan Indonesia Property Watch bahkan untuk menjadi 0%.

Namun, dengan sistem perbankan yang ada tidak dimungkinkan uang muka menjadi 0%. Penurunan uang muka ini sangat mendorong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk dapat membeli rumah.

“Untuk urusan bantuan uang muka Rp4 juta pun akan menjadi sebuah bantuan bagi masyarakat MBR untuk dapat merealisasikan pembelian rumah secepatnya dibandingkan dengan bantuan PSU (Prasarana, Sarana, dan Utilitas) yang saat ini diberikan hanya untuk pengembang rumah subsidi sebesar Rp4,2 juta per unit rumah,” kata Ali dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (16/3/2015).

Indonesia Property Watch mengusulkan menghapuskan bantuan PSU untuk pengembang tersebut dan dialihkan anggarannya untuk bantuan uang muka yang langsung kepada pasar konsumen.

Karena, kata dia, bantuan PSU banyak yang diselewengkan dan menjadi dana bancakan pihak-pihak tertentu. Dengan bantuan uang muka ini maka diperkirakan pasar rumah menengah bawah akan makin meningkat. Karena saat ini masalah terbesar dalam pembelian rumah adalah ketidaksanggungan masyarakat untuk menyediakan besaran uang muka.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memastikan akan menurunkan uang muka untuk pembelian rumah melalui FLPP sebesar 1 persen per 1 April 2015 termasuk akan menggulirkan bantuan uang muka sebesar Rp4 juta.

Tuesday, April 7, 2015

Akhir 2016, Pasar Properti Kelas Menengah akan Bangkit

Pasar properti khususnya kelas menengah akan bangkit paling lambat akhir tahun 2016. Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan, turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi indikator baik untuk dapat membuat sektor riil bergerak dan meningkatkan daya beli masyarakat properti karena suku bunga KPR akan turun. Kondisi saat ini merupakan kondisi yang sangat baik untuk pasar konsumen.

“Sedangkan di segmen menengah atas, isu pajak masih menjadi momok kaum investor menyusul beberapa isu pajak yang masih belum diputuskan pemerintah. Pasar perumahan segmen menengah bawah dengan program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah diperkirakan akan ikut berpotensi naik. Dengan beberapa kebijakan seperti bunga FLPP 5%, DP 1%, dan bantuan uang muka Rp 4 juta, diharapkan pasar perumahan subsidi pun akan bergerak lebih cepat,” kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/3/2015).

Ali mengatakan, pasar properti tahun ini menjadi titik terendah. Ini karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Meski demikian, kondisi yang terjadi di pasar properti Indonesia tahun ini bukan yang terburuk.

“Tahun 2015 ini merupakan titik terendah pasar properti dengan tren melambat sepanjang tahun 2014. Sepanjang tahun 2014 pasar properti mengalami penurunan 72% (year to year). Beberapa pengembang melakukan konsolidasi untuk bersiap-siap memasuki fase baru siklus properti ke depan,” ungkapnya.

sumber : suara.com

Saturday, April 4, 2015

Pake Program BPJS Beli Rumah Bisa Lebih Murah

Real Estate Indonesia (REI) Jawa Barat mendukung program Housing Benefit yang digulirkan Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dalam pembangunan rumah susun bagi pekerja.

"Program housing benefit yang digulirkan BPJS ketenagakerjaan merupakan langkah positif dan REI Jabar mendukung sekali," kata Ketua DPD REI Jabar Irfan Firmansyah di Bandung, Jumat, (20/3/2015).

Menurut dia, program housing benefit yang akan digulirkan BPJS Ketenagakerjaan akan menjawab ketersediaan tempat hunian bagi masyarakat, khususnya bagi pekerja peserta jaminan sosial itu.

Berdasarkan informasi, BPJS Ketenagakerjaan menggulirkan program itu di Kota Bandung dengan berencana membangun dua unit menara rumah susun dengan kapasitas lebih dari 1.000 unit hunian.

"Diharapkan program itu menjadi solusi, sehingga peningkatan kesejahteraan bagi pekerja makin terasa," katanya.

Irfan menyebutkan masih banyak kalangan yang belum memiliki rumah. Untuk itu, tahun 2015 REI Jabar memproyeksikan pembangunan rumah sekitar 30.000 hingga 40.000 unit.

"Agar Program Sejuta Rumah ini terealisasi, butuh peran aktif dan dukungan pemerintah. Bila tidak, masalah perumahan sulit teratasi," katanya.

Irfan Firmansyah menyebutkan berdasarkan Program Sejuta Rumah, pemerintah memproyeksikan pembangunan 603.516 unit rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan 396.484 rumah non-MBR.

Khusus rumah MBR, lanjut dia, pemerintah siap membangun 99.300 unit. Upayanya,membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), meningkatkan kualitas pembangunan baru dan rumah khusus.

REI akan membangun sebanyak 230.000 unit. APERSI (Asosiasi Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia) sejumlah 155.000 unit. Kemudian, Asosiasi Perumahan Indonesia (ASPERI) mencapai 18.000 unit. Berikutnya, BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Tenaga Kerja sebanyak 35.400 unit.

Wednesday, March 18, 2015

Perhatikan Ini Jika Ingin Beli Perumahan Bekasi



Perusahaan properti menawarkan berbagai klaim keuntungan dalam memburu konsumen yang ingin mempunyai rumah. Namun tawaran itu harus disikapi dengan hati-hati.
Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan penawaran menggiurkan itu biasanya terletak pada nilai down payment atau uang muka. Uang muka yang diberikan rendah.
Ali mengatakan rendahnya biaya uang muka akan menyebabkan beban kredit menjadi besar. Sehingga cicilan pun besar.

"Makanya calon pembeli harus jujur dengan kemampuan. Jangan nafsu beli rumah karena DP-nya kecil," jelas Ali saat berbincang, Senin (16/3/2015) sore
Dia menjelaskan kebanyakan yang gagal bayar atau kredit macet di properti adalah ketidakmampuan bayar. Konsumen banyak juga yang memanipulasi penghasilan untuk mendapatkan kredit.
"Syarat slip gaji atau NPWP bisa saja dipalsukan kan? Ini pintu pembuka kemungkinan gagal bayar atau juga bayarnya tersendat. Semestinya perhatikan pendapatan saja," kata dia.

Itu yang utama, selanjutnya perhatikan besaran bunga cicilan. Banyak pengembang yang menawarkan bunga cicilan yang rendah di awal pembelian. Namun setelah itu bunga cicilan akan naik drastis. Lebih baik memilih yang besaran bunga cicilannya realistis dengan keadaan suku bunga saat itu.

Lainnya perhatikan lokasi rumah yang ingin dibeli. Jangan terlalu jauh atau dekat. Sebaiknya, kata Ali, pilih kawasan yang berkembang. caranya, calon pembeli harus menanyakan apakah kawasan perumahannya berkembang atau tidak ke Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah) di kabupaten atau kota setempat.

"Kalau ada iming-iming perkembangan wilayah pesat, jangan percaya dulu. Cek di Bappeda. Di sana akan tahu 5 sampi 10 tahun mendatang itu akan dibangun apa dan rencana proyek apa," jelas dia.

sumber : suara.com

Tuesday, March 3, 2015

Cara Mudah Menentukan Harga Perumahan di Bekasi



Info Perumahan Cikarang Cibitung Tambun Bekasi akan mencoba membuat tutorial sederhana bagaimana cara yang mudah menentukan harga jual sebuah rumah. Untuk menentukan harga jual sebuah rumah secara mudah dapat melakukan penghitungan luas tanah dan bangunan, kemudian dikalikan dengan harga permeter perseginya sesuai dengan standar NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) atau diambil dari harga pasaran pada daerah dimana lokasi rumah itu berada.
 
Tujuan mengetahui harga rumah

 1. Untuk menghitung aset properti.
 2. Memperkirakan harga yang pas dalam menjual atau pun membeli rumah tinggal.
 3. Sebagai persiapan dasar untuk melakukan suatu perjanjian kontrak dengan pihak kontraktor atau  
     pemborong bangunan.
 4. Menghitung biaya sebagai ganti rugi jika rumah terkena gusuran
 5. Untuk dapat memperkirakan keuntungan dan juga berapa lama balik modal usaha sewa rumah.
 6. Ingin mengetahui berapakah nilai aset dari rumah tersebut.

Sebagai contoh, kita mempunyai rumah tipe 36/60 di daerah cinere depok, sedangkan arti dari tipe rumah ini adalah luas bangunanya 36 m2 dan luas tanahnya yaitu 60 m2. Sehingga di dapat ukuran tanah tersebut yaitu 6 m x 10 m sedangkan ukuran bangunannya adalah 6 m x 6 m. Pertanyaannya adalah berapakah harga rumah tersebut ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita coba melakukan penghitungan bersama.
 
Cara menentukan harga rumah

Jika kita belum dapat mengetahui berapakah luas dari bangunan dan tanah yang kita miliki, maka diperlukan perhitungan terlebih dahulu.

Cara menghitungnya adalah :

    Luas bangunan = 6 m x 6 m = 36 m2
    Luas tanah = 6 m x 10 m = 60 m2

Setelah kita sudah mengetahui luas tanah dan juga bangunan tersebut, maka langkah pertama yang perlu ditempuh adalah dengan mencari tahu harga satuan permeter perseginya (m2). Untuk mengetahuinya bisa dapatkan dengan melihat NJOP yang pada umumnya sudah tertera pada PBB (pajak bumi dan bangunan). Atau cara mendapatkan standar lainnya adalah dengan memantau dan memonitor perkembangan harga jual dari bangunan yang ada di sekitar rumah kita.

Misalnya kita mendapatkan suatu data seperti berikut :

    Harga tanah = Rp.2.000.000,00 / m2
    Harga Bangunan = Rp.4.000.000,00 /m2

Maka harga tanah dan bangunan adalah :

    Total harga tanah = 60 M 2 x Rp 2.000.000,00 /m2 = Rp 120.000.000,00
    Total harga bangunan = 36 m2 x Rp.4.000.000,00 / m2 = Rp.144.000.000,00

Jadi total harga rumah tersebut adalah :

    Rp.120.000.000,00 + Rp 144.000.000,00 = Rp 264.000.000,00
    Terbilang (dua ratus enam puluh empat juta rupiah).

Begitulah cara mudah perhitungan yang kita lakukan untuk dapat memperkirakan harga jual dari sebuah rumah, untuk itu para calon pembeli sudah seharusnya melakukan perhitungan biaya sebelum bertransaksi agar harganya pun tidak menjadi mahal. Adapun cara lainnya yang dapat di lakukan yaitu dengan menggunakan sistem analisa harga satuan bangunannya itu, caranya dengan menghitung satu-persatu bagian rumah dijual tersebut. Kemudian menjumlahkannya secara utuh satu-kesatuan bangunan tersebut.

Terima kasih telah berkunjung di artikel HunianAsriBekasi.

Monday, February 23, 2015

Cara Mendapatkan Rumah di Perumahan Bekasi





Cara Mendapatkan di Perumahan Bekasi – Design rumah saat saat ini yaitu rumah minimalis. Banyak yang inginkan rumah dengan style minimalis. Style minimalis bukan sekedar dari jenis arsitekturnya. Pola hidup pemiliknya juga memengaruhi. Bangunan minimalis datang dari cerminan pola hidup. Rumah dengan sedikit perlengkapan atau benda yang sedikit.

Dalam design rumah mini malis cuma menggunakan sedikit warna. Design interiornya juga menggunakan furniture yang sedikit. Banyak pengembang perumahan yang tawarkan design yang minimalis. Anda juga dapat membelinya lewat cara KPR. Dengan adanya banyak pilihan yang di tawarkan, Anda mesti cermat memilihnya.

Pilih rumah minimalis yang diidamkan mesti perlu banyak info. Tersebut disini 9 panduan dalam pilih rumah :

Design
Anda dapat pilih rumah sesuai sama design dari pengembang. Ada pengembang yang dapat mengubah design sesuai sama apa yang diinginkan Anda. Namun ada pula yg tidak dapat mengubah design awal mulanya. Mungkin saja cuma terlihat depan atau pagar saja. Bila tak tanyakan sejauh mana renovasi yang dapat dirubah.

Material
Anda mesti lihat susunan bangunannya. Bahan apa sajakah yang diguanakan contoh seperti tembok, rangka atap, geteng serta lain sebagainya. Diluar itu tanyakan garansi rumah waktu jadi dibeli.

Fasilitas atau fasilitas
Cermati fasilitas dalam perumahan yang bakal Anda beli. Sarana itu seperti keamanan, rumah beribadah, kolam renang, pertokoan, jalur busway serta lain sebagainya.

Legalitas
Butuh di ketahui keabsahan dari sertifikat rumah yang di jual. Tanyakan apakah sertifikat induk atau telah dipecah. Bila sertifikat telah dipecah jadi Anda dapat mengantonginya bila telah lunas.

Prospek
Rumah dapat jadi investasi di saat datang. Diluar itu dapat juga jadi passive income bila disewakan. Anda dapat lihat prospek rumah itu dimasa datang. Misalnya seperti apakah dapat jadikan peluang wirausaha serta lain sebagainya.

Pengembang
Beli dari pengembang kecil cukup memiliki resiko. Kemungkinan dapat berlangsung pembangunan mandek, pengembang menghilang, serta yang lain. Baiknya tentukan pengembang yang telah mempunyai nama besar dalam property.

Lokasi
Idealnya tempat dekat dengan jarak kesibukan sehari-harinya Anda. Yakinkan juga tempat bebas dari banjir, tanah longsor dengan mencari informasi peristiwa 10 th. paling akhir. Akses kendaraan umum juga mesti di perhatikan.

Harga
Bandrol harga yang lebih mahal yang pasti material, bahan, serta design semakin bagus dibanding dengan bandrol harga yang murah. Namun tentu sesuai dengan kekuatan Anda.

Kemampuan
Pembelian rumah makin gampang dengan KPR. Walau demikian terus mesti sesuai dengan kekuatan Anda. Hal itu agar enteng waktu mencicil tiap-tiap bulannya. Periode waktu KPR yang panjang mengharuskan Anda untuk berkelanjutan dalam pembayaran.

Tuesday, February 10, 2015

Tips Hemat Merenovasi Perumahan bekasi desain Minimalis

Untuk menjadikan rumah agar tampak minimalis tidak harus membongkar dan membangun kembali dengan desain minimalis. Sebenarnya justru lebih mudah menjadikan sebuah bangunan menjadi bangunan yang minimalis. Anda tak perlu membongkar dan merenovasinya. Yang perlu Anda lakukan hanya menonjolkan beberapa hal berikut :

1. Penggunaan Cat

Untuk menciptakan kesan minimalis Anda dapat mengaplikasikan cat berwarna terang atau cerah untuk dinding rumah Anda. Pemilihan warna cat yang cerah ini dimaksudkan tak hanya untuk memperkaya nilai keindahan pada rumah Anda saja, melainkan juga akan membuat ruang-ruang pada rumah Anda terlihat lebih luas.

2. Penggunaan Stiker Dinding

Stiker bisa Anda gunakan jika Anda tak sempat mengecat dinding rumah Anda. Ada banyak motif stiker dinding yang tersedia di banyak toko interior rumah. Akan tetapi karena Anda menginginkan konsep dan desain rumah minimalis, sebaiknya pilih motif stiker dinding yang sederhana namun tetap artistic.

3. Pemilihan Furniture Rumah

Tempatkan furniture dan jenis interior rumah lainnya yang memang fungsional untuk ruang tersebut. Pilh furniture dan jenis interior rumah yang pas dan tidak memakan tempat. Sedang untuk ruang makan, sebaiknya meja makan disatukan dengan ruangan dapur.

4. Perhatikan Sudut Ruangan

Anda juga dapat memanfaatkan sudut ruangan di rumah Anda. Misalnya saja untuk meletakan meja lampu, rak pakaian, rak buku, dll. Jangan menganggap tidak penting sudut ruangan rumah Anda karena sebenarnya sudut ruangan dapat dimanfaatkan juga oleh Anda.

5. Rak

Menempatkan rak dinding juga bisa menjadi ide yang bagus untuk menciptakan kesan bahwa ruangan menjadi lebih banyak. Misalnya, bagian bawah rak dinding bisa Anda manfaatkan sebagai tempat untuk tidur, dll.

Friday, February 6, 2015

3 Hal Sebelum Membeli Rumah KPR subsidi bekasi



3 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah Secara KprRumahmerupakan kebutuhan mendasar setiap orang, karena rumah berfungsi sebagai tempat berlindung dan beristirahat. Dengan lahan yang semakin terbatas seperti saat ini, memiliki sebuah rumah tidaklah gampang. Yang di karenakan makin memlambungnya harga tanah dan bangunan itu sendiri membuat memiliki rumahsemakin sulit.
Sehingga pemerintah menciptakan sebuah program subsidi rumah melalui KPR, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal.Dengan adanya Kredit Pemilikan Rumah yang di subsidi ini, dapat memudahkan masyarakat kelas bawah untuk memiliki rumah.
Rumahsubsidi diperuntukkan bagi rumah yang murah dengan luasan dan kualitas finishing tertentu. Sedangkan yang non-subsidi, biasanya pengembang sudah menerapkan finishing yang berbeda sebagai unsur estetika. Jadi memilih rumah subsidi haruslah cermat, dan berikut ini adalah hal-hal yang diperhatikan:

Infrastruktur Lingkungan
Pastikan daerah tersebut tidak rawan banjir. Hal ini tak cukup dengan memercayai tulisan yang tertera pada brosur, “Calon pembeli bisa langsung mengecek kondisi daerah tersebut, apakah berada di atas atau di bawah peil alias batas ketinggian banjir, melalui PU setempat.”
Selain itu, mengingat beberapa perencanaan infrastruktur permukiman belum integrasi ke seluruh akses, sebaiknya cek juga jalur menuju lokasi tersebut. “Terlebih pada perumahan dari investor kecil, dikhawatirkan perencanaan dilakukan hanya di lingkup kompleks saja, tanpa memperhitungkan, misalnya, bila ada sungai tak jauh dari situ.”

Air
Pastikan aliran air lancar sehingga di kamar mandi, misalnya, tidak mengalami rembes. “Ini memang sulit dicek, karena, kan, salurannya di dalam tanah. Tanyakan ke mana air-air dari kamar mandi keluar? Lalu cek dengan mengguyur beberapa ember air di kamar mandi dan pastikan airnya keluar dari saluran di tempat keluar dengan lancar.”

Sanitasi Terintegrasi
Aturan bakunya, septic tank itu harus berjarak 14 meter dari sumur untuk menghindari bakteri masuk ke sumber air rumahtangga. “Nah, pada rumah yang lebarnya sekitar 5 meter, dan panjang ke belakang 10 meter, kadang ini menjadi sulit, kan.”
Belum lagi Anda tak selalu tahu di mana tetangga menempatkan septic tank- nya. Tentu, ini perlu koordinasi. “Selain itu, ada kecenderungan pemilik rumahmeluaskan area hunian dengan memangkas lahan bebas di belakang rumah. Sehingga dinding belakang rumah saling menempel dengan dinding pembatas tetangga. Ini membuat rumah menjadi tidak sehat.
(Sumber: tribunnews.com)


Wednesday, January 28, 2015

7 KEUNTUNGAN BERINVESTASI PROPERTI PERUMAHAN BEKASI


Investasi Property". Yaa.. Menurut survei dari tahun ke tahun investasi dibidang property di perumahan bekasi ini, semakin banyak diminati. Dikarenakan sangat memberikan hasil yang menjanjikan. Memang tidak mudah untuk melakukan investasi di bidang properti, tetapi jika Anda mengetahui strategi yang benar maka dapat dilakukan dengan mudah dan lancar serta memberikan keuntungan yang sangat besar. Seperti apa saja sih keuntungan yang di dapat ???


Berikut adalah 7 keuntungan dalam Berinvestasi Property:

  1. Harga properti cenderung selalu naik, bahkan apabila anda jeli mendapatkan lokasi yang bagus, nilainya bisa berlipat-lipat bila dijual kembali.
  2. Nilai pertumbuhan aset properti biasanya diatas angka inflasi yang terjadi.
  3. Dapat dijadikan jaminan untuk pinjaman dana ke bank atau pihak lainnya. Misalkan saja untuk kredit usaha atau kredit perumahan yang bisa digunakan untuk membeli properti lainnya.
  4. Dapat menghasilkan passive income (Penghasilan tanpa harus bekerja) dengan  cara disewakan atau dikontrakkan. Harga sewa properti ini pun bervariasi, berkisar antara 3%-5% per tahun dari harga properti (dalam hal ini rumah tinggal).
  5. Beli properti tidak harus selalu cash (tunai) tapi bisa membeli properti dengan cara kredit (angsuran), misalkan KPR seperti pada poin 3.
  6. Bunga pinjaman untuk pembelian rumah biasanya lebih murah daripada bunga untuk pinjaman usaha atau bunga kartu kredit.
  7. Membeli properti tidak harus menggunakan uang sendiri. Anda bisa membeli rumah tanpa modal sendiri alias menggunakan uang orang lain. Mungkin ini akan saya bahas di lain waktu dalam artikel tersendiri.

Friday, January 16, 2015

4 Tips syarat mengambil KPR rumah subsidi

Tips mengambil KPR 
  


1. adalah mempersiapkan uang muka yang dibutuhkan untuk mengambil KPR tersebut. Idealnya paling tidak Anda harus menyediakan uang muka sekitar 30 persen dari harga rumah yang Anda inginkan. Hal ini berlaku jika Anda ingin memiliki rumah yang memiliki luas lebih dari 70 meter persegi. Jika Anda mengininkan rumah yang lebih mungil dan kurang dari ukuran tersebut, maka Anda wajib memiliki uang muka sebesar 10 persen dari harga rumah yang Anda inginkan. 

2. penting untuk dipenuhi terlebih dahulu sebelum Anda mengambil KPR dari bank adalah Anda wajib memiliki penghasilan tetap selama setahun yang jumlahnya memadai. Hal ini penting karena biasanya pihak bank juga akan meminta Anda untuk menunjukkan kemampuan Anda untuk membayar cicilan kredit yang ingin Anda ambil. 
  
3. untuk mengambil pinjaman KPR ini adalah Anda melakukan survei bunga bank yang ditawarkan oleh berbagai bank. Setiap bank biasanya memiliki kebijakannya sendiri-sendiri dalam menawarkan bunga KPR mereka. Sebaiknya Anda membandingkan bunga KPR yang diberikan masing-masing bank di daerah Anda.

4. mempersiapkan segala kelengkapan dokumen yang diperlukan untuk pengajuan KPR dan juga memperhatikan biaya tambahan yang seringkali dibebankan bank kepada pemohon