Monday, February 3, 2014

Mengatasi Retak Rambut


Apakah anda baru membangun rumah? Atau merenovasi bangunan rumah yang baru selesai di bangun? Terkadang kita akan menemukan retak-retak rambut di dinding tembok rumah. Istilah retak rambut ini muncul karena adanya keretakan pada tembok sekitar 1mm sehingga dikatakan mirip dengan ketebalan rambut.


Retak rambut tidak akan sampai tembus ke sisi dinding sebelahnya, sehingga bukanlah tergolong kerusakan parah pada bangunan rumah.

Berikut adalah penyebab dari munculnya keretakan rambut pada dinding rumah :

  • Komposisi campuran plester dinding bangunan kurang baik sehingga saat kering, menyusut dan menjadi retak-retak
  • Saat pengerjaan acian, kondisi plesteran belum kering sempurna sehingga saat proses hidrasi, uap air terhalang acian/cat dan muncul retak-retak pada dinding bangunan untuk jalan keluar uap air
  • Saat pengerjaan acian plesteran sudah kering namun tidak dilakukan pembasahan sehingga acian kurang menempel sempurna dan menimbulkan retak-retak.
Menurut pengamatan kebanyakan kasus retak rambut selalu ada pada dinding bangunan yang pengerjaannya dilakukan terburu-buru, instan dan cenderung “kejar deadline”. Adapun pihak kontraktor bisa mengantisipasi retak rambut pada dinding dengan menggunakan cat dasar yang berfungsi sebagai penutup retak rambut.

Lain halnya jika anda membeli rumah pada pengembang/developer atau membangun sendiri dengan jasa desain griya. Karena anda dapat melakukan complain selagi masih ada garansi perawatan (biasanya 3 bulan/90 hari).

Berikut kami sajikan trik dan tips untuk mengatasi retak rambut pada dinding rumah. Hal ini tentu membutuhkan bantuan tenaga ahli. Tahapannya sebagai berikut :

  • Kerok seluruh lapisan cat tembok dan lapisan plamir dengan kapi atau sikat besi.

  • Lanjutkan dengan pengampelasan hingga permukaan acian terlihat seluruhnya.

  • Bersihkan dinding dengan roll atau lap basah untuk menghilangkan kotoran dan debu sekaligus melakukan pembasahan dinding.

  • Tutup celah pada lokasi retak rambut dengan wall filler (anda bisa beli di toko bangunan), bila susah mencarinya bisa digantikan dengan semen khusus untuk pengisi nat keramik lantai.

  • Setelah kering (+/- 7 hari), bisa dilapisi dengan plamir yang bermutu baik.

  • Setelah plamir kering, bisa dilanjutkan dengan pengampelasan agar halus serta lapisi permukaan dinding dengan cat dasar atau cat sealer

  • Dan terakhir dinding bisa dicat kembali dengan warna cat yang di inginkan.
Semoga tips diatas bisa berguna untuk mengatasi masalah retak rambut pada dinding bangunan rumah anda.


Sumber : http://www.rumahku.com/berita/read/mengatasi-retak-rambut-pada-dinding-28022#.U0oJk1OjbyE


Kembali ke Halaman Utama

Sunday, February 2, 2014

Meningkat Rumah Tanpa Tambah Pondasi


Solusi meningkat atau menambah lantai atas dengan biaya terjangkau dan tanpa tambah pondasi.


Dengan material yang ringan, meningkat rumah bisa dilakukan tanpa perlu menambah perkuatan pondasi.

Ketika kebutuhan akan ruang bertambah sementara lahan cekak, satu-satunya cara adalah melakukan pengembangan vertikal. Cuma apabila bangunan asal tidak disiapkan untuk 2 lantai, berarti pada saat akan meningkat kita harus memperkuat pondasi. Ini artinya adalah: biaya besar dan waktu pengerjaan lama.

Penambahan pondasi ini sebetulnya bisa dihindari, asal menggunakan material yang ringan. Danang (44), menerapkan teori ini pada rumah tinggalnya di kawasan Bintaro, yang ditinggali bersama istrinya—Dita (41).

Arsitek yang cukup ramah ini meningkat rumah untuk mendapatkan 1 buah ruang tidur anak dan satu ruang kerja yang berada di depan kamar. Kamar ini menempati ruang attic (bawah atap) yang semula memang kosong.

Pelat Lantai GRC
Untuk mendapatkan bobot yang tidak terlalu berat, Danang menggunakan GRC setebal 15 mm dengan rangka kayu untuk pelat lantai. Biasanya pelat lantai ini dibuat dari beton bertulang.

GRC (glassfiber reinforced cement) atau sering disebut beton ringan terbuat dari campuran semen, pasir, dan serat (glassfiber). Serat ini menggantikan fungsi tulangan yang dibutuhkan pada beton biasa. Inilah yang membuatnya jadi lebih ringan dibandingkan beton bertulang. Yang jelas, pengerjaan dengan GRC ini lebih cepat dibandingkan menggunakan beton biasa. Ini karena GRC dijual dalam bentuk lembaran seukuran tripleks.

Dinding Gipsum
Selain material untuk lantai, bahan yang bisa dihemat dari segi bobot adalah material untuk dinding. Ketimbang menggunakan bahan bata yang cukup berat, Danang lebih memilih bahan gipsum. Selain lebih ringan, proses pengerjaannya pun jauh lebih cepat karena panel langsung dipasang. Di sini digunakan dua lembar panel gipsum, bagian tengahnya diisi bahan glasswool untuk peredam suara.

Kekurangan bahan ini untuk dinding adalah: ketika diketuk dinding akan berbunyi seperti dinding tripleks. Selain itu, dinding ini juga tidak kuat bila dipaku untuk digantungkan hiasan. Bila ingin memasang paku, harus pas di tempat tulangannya. Tapi kalau kita tidak terlalu senang dengan hiasan dinding yang harus dipaku ke dinding, tentunya ini bukan masalah, kan?

Bila Anda ingin meningkat rumah dengan lebih praktis, mungkin cara ini bisa ditiru. Yang perlu dicatat, ketika akan bereksperimen dengan sebuah material, berkonsultasilah dengan produsen material yang bersangkutan, supaya tidak timbul masalah.
(DEK / FOTO: TNR, NDY)

Lokasi: Kediaman Danang-Dita, Bintaro, Jakarta